Sosial Media
0
News
    Home Berita

    PSHT 104 Tahun! Sejarah, Persaudaraan dan Pengabdian untuk Masyarakat

    2 min read

    Foto: Kangmas Issoebiantoro bersama Kangmas Murdojo HW

    Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT Pusat Madiun genap berusia 104 tahun. Peringatan hari jadi yang digelar di wilayah Nambangan, Madiun, Jawa Timur, Rabu, 2 September 2026, tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mengenang perjalanan sejarah, memperkuat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen kebangsaan.

    Suasana khidmat mewarnai peringatan 104 tahun Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT Pusat Madiun.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan Tasyakuran Agung Sebagai Bentuk Rasa Syukur Sekaligus Penghormatan Kepada Para Pendiri Dan Leluhur PSHT.

    Lebih Dari 500 Pendekar Dan Tamu Undangan Dari Berbagai Elemen Turut Hadir Dalam Kegiatan Yang Berlangsung Di Wilayah Nambangan, Madiun.

    Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Drs. R. Murjoko HW, bersama jajaran Dewan Pusat hadir dalam puncak peringatan.

    Sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten dan Kota Madiun, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, para Wiro Anom se-Karisidenan Madiun, tokoh masyarakat, serta jajaran Pengamanan Terate atau Pamter DKP juga turut mengikuti kegiatan tersebut.

    Sekretaris Pusat DKP Madiun, Kang Mas Ir. Tono Suharianto, menegaskan bahwa tasyakuran menjadi momentum untuk mendoakan para pendiri dan leluhur PSHT sekaligus memperkuat semangat guyup rukun dalam menjalankan ajaran organisasi.

    Semangat persaudaraan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan PSHT yang telah melewati lebih dari satu abad.

    PSHT didirikan pada 1922 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Madiun. Dalam perjalanan sejarahnya, organisasi ini tidak hanya berkembang sebagai perguruan pencak silat, tetapi juga membawa nilai perjuangan, pendidikan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap bangsa.

    Memasuki usia ke-104, PSHT Pusat Madiun juga menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat.

    Hal itu diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial di wilayah Nambangan.

    Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kekuatan dan kekompakan organisasi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Semangat ini sejalan dengan filosofi Jawa, memayu hayuning bawana, yakni ikut menjaga keharmonisan dan kebaikan kehidupan.

    Dengan jumlah anggota yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara, PSHT memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai persaudaraan dan budi pekerti luhur.

    Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital, nilai persatuan dinilai semakin penting untuk terus dijaga.

    Peringatan 104 tahun PSHT Pusat Madiun pun menjadi penanda untuk terus melestarikan budaya pencak silat, memperkuat persaudaraan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.(Jtm)

    Comments
    Additional JS