Hasta Brata dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
19 min read
![]() |
| Foto: Almarhun para Sesepuh Persaudaraan Setia Hati Terate |
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah organisasi pencak silat besar dari Jawa Timur yang menggabungkan ajaran bela diri, pembangunan karakter, dan nilai-nilai budaya. Dalam Persaudaraan Setia Hati Terate, Hasta Brata dijadikan sebagai salah satu dasar filosofis untuk membentuk pribadi anggota yang berbudi luhur dan mampu menjadi pemimpin yang baik, baik dalam organisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah penjelasan Hasta Brata menurut ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, yang mengambil contoh dari delapan unsur alam beserta maknanya:
* Bumi (Kismo): Seorang Warga Persaudaraan Setia Hati Terate harus murah hati, mampu memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, dan menjadi tempat yang kokoh bagi sesama seperti bumi yang menyediakan segala kebutuhan hidup.
Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate , unsur Bumi (Kismo) dihubungkan dengan Watak Batara Wisnu dan memiliki beberapa sifat inti yang menjadi pedoman bagi anggota:
1. Kaya Hati dan Dermawan
Bumi menyediakan segala kebutuhan hidup bagi semua makhluk tanpa pamrih, sehingga anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan untuk memiliki sifat sabardrono (kaya hati), ati jembar (lapang dada), dan lembah manah (murah hati). Mereka harus rela membantu sesama, terutama fakir miskin dan kaum lemah, serta menjadi sumber kesejahteraan bagi sekitarnya.
2. Kokoh dan Stabil
Bumi yang kokoh menjadi alas pijakan semua makhluk melambangkan keteguhan prinsip dan kemampuan untuk menjadi sandaran bagi orang lain. Dalam latihan, ini tercermin dari posisi Tapak Bumi yang tidak mudah tergoyahkan, serta dalam kehidupan sehari-hari dengan sikap yang tidak mudah terpengaruh oleh provokasi atau nafsu negatif.
3. Fleksibel namun Tidak Mudah Dihasut
Meskipun tanah bersifat luwes dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi, ia tidak berubah esensinya. Begitu pula anggota Persaudaraan Setia Hati Terate harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi namun tetap menjaga ketenangan pikiran, kebersihan hati, dan kejernihan batin dalam menghadapi masalah.
4. Rendah Hati
Bumi selalu berada di bawah dan menjadi dasar bagi segala sesuatu, yang melambangkan sifat rendah hati. Meskipun mampu menjadi tumpuan bagi banyak orang, anggota tidak boleh sombong atau merasa lebih tinggi dari yang lain.
5. Tegas dan Berwibawa Saat Diperlukan
Bumi dapat menunjukkan sisi tegas ketika keseimbangan alam terganggu, seperti gempa atau longsor. Begitu pula anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diharapkan mampu bersikap tegas dan berwibawa untuk menghadapi hal yang tidak benar atau yang mengancam diri sendiri dan orang lain, namun tindakannya selalu berdasarkan rasa keadilan dan bukan secara sepihak.
6. Menjaga Keseimbangan
Bumi menjalankan prinsip keseimbangan dan hubungan harmonis dengan semua unsur alam. Hal ini mengajarkan anggota untuk selalu berusaha menciptakan keharmonisan dalam organisasi maupun lingkungan.
* Angin (Maruto): Harus peduli, mudah beradaptasi, dan mampu menjangkau setiap anggota yang membutuhkan bantuan, layaknya angin yang ada di mana saja dan siap membantu.
Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, unsur Angin (Maruto) dikaitkan dengan Watak Batara Bayu dan memiliki beberapa sifat inti yang menjadi pedoman bagi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate:
1. Merata dan Adil
Angin bertiup ke segala arah tanpa membedakan tempat atau makhluk, sehingga anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan untuk berlaku adil terhadap semua orang, baik yang dekat maupun jauh, serta tidak memihak dalam memberikan bantuan atau penilaian.
2. Fleksibel dan Mudah Beradaptasi
Angin dapat menembus celah-celah kecil dan berubah arah sesuai dengan kondisi lingkungan. Hal ini mengajarkan anggota untuk mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi, berpikir cepat, dan menemukan solusi yang tepat saat menghadapi tantangan.
3. Jujur dan Amanah
Seperti angin yang membawa segala bau tanpa mengubahnya, anggota diharapkan untuk bersikap jujur dalam perkataan dan perbuatan, serta amanah dalam menjalankan tugas dan membawakan informasi.
4. Peduli dan Menjangkau Semua
Angin menyentuh setiap sudut dan memberikan kesegaran kepada semua makhluk. Ini melambangkan sifat peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan, serta kemauan untuk menjangkau dan membantu orang di mana saja.
5. Tenang namun Dapat Menjadi Keras Saat Diperlukan
Angin bisa bertiup lembut seperti hembusan pagi, namun juga bisa menjadi kencang seperti badai. Begitu pula anggota Persaudaraan Setia Hati Terate harus mampu bersikap tenang dan lembut dalam berinteraksi, tetapi juga tegas dan kuat saat menghadapi hal yang mengancam nilai-nilai atau keselamatan diri dan orang lain.
6. Bersih dan Membersihkan
Angin membantu menyebarkan udara segar dan membersihkan polusi di udara. Ini mengajarkan anggota untuk menjaga kebersihan diri, baik fisik maupun batin, serta berperan dalam membersihkan hal negatif di lingkungan sekitar.
* Laut (Samudra): Harus memiliki hati yang luas, mampu menerima kritikan dan aspirasi dengan lapang dada, serta bersikap adil dan bening seperti air yang jernih jika tidak terganggu.
Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, unsur Laut/Samudra dikaitkan dengan Watak Batara Baruna dan memiliki sifat inti yang menjadi pedoman bagi anggota:
1. Luas Hati dan Mampu Menampung Segala Sesuatu
Seperti laut yang dapat menampung semua sungai dan air lainnya tanpa memilih, anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan untuk memiliki hati yang luas, menerima segala kekurangan dan kelebihan sesama, serta tidak mudah tersinggung atau membenci. Mereka juga harus mampu mendengarkan dan menghargai berbagai pendapat tanpa memaksakan kehendak sendiri.
2. Sabar dan Tenang
Laut bisa tenang seperti permukaan yang rata dan mengkilap, namun juga bisa menjadi ganas saat terjadi badai. Ini mengajarkan anggota untuk memiliki kesabaran yang besar dalam menghadapi masalah, menjaga ketenangan dalam segala situasi, serta hanya menunjukkan sisi tegas ketika benar-benar diperlukan demi kebaikan bersama.
3. Menyimpan Kekayaan dan Manfaat Bagi Semua
Laut menyimpan berbagai sumber daya alam seperti ikan, mutiara, dan mineral yang bermanfaat bagi kehidupan. Begitu pula anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diharapkan untuk terus mengembangkan kemampuan diri agar bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, serta berbagi ilmu dan pengalaman tanpa pamrih.
4. Jujur dan Tidak Sembunyikan Kebenaran
Seperti laut yang menunjukkan kondisi aslinya—baik jernih maupun keruh—anggota diajarkan untuk bersikap jujur dalam perkataan dan perbuatan, tidak menyembunyikan kesalahan diri maupun orang lain, serta selalu berbicara berdasarkan fakta.
5. Menjaga Keseimbangan Alam dan Hubungan Sosial
Laut berperan penting dalam siklus air dan iklim bumi. Hal ini melambangkan pentingnya anggota untuk menjaga keharmonisan dalam organisasi dan lingkungan masyarakat, serta berkontribusi pada keseimbangan kehidupan bersama.
* Bulan (Condro): Harus mampu memberikan pencerahan, ilmu pengetahuan, dan ketenangan bagi yang sedang mengalami kesulitan, seperti bulan yang menerangi kegelapan malam.
Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate , unsur Bulan (Condro) dikaitkan dengan Watak Batara Candra dan memiliki sifat inti yang menjadi pedoman bagi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate :
1. Memberikan Pencerahan dan Ketenangan
Bulan menerangi kegelapan malam dengan cahaya yang lembut dan menenangkan, sehingga anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan untuk menjadi sumber kebaikan dan ketenangan bagi sekitarnya, serta mampu memberikan pencerahan dalam situasi yang tidak jelas atau penuh konflik.
2. Rendah Hati dan Tidak Membanggakan Diri
Cahaya bulan berasal dari pantulan sinar matahari, bukan miliknya sendiri. Hal ini mengajarkan anggota untuk rendah hati, tidak mengklaim kemampuan atau keberhasilan sebagai hasil usaha sendiri semata, serta selalu mengakui kontribusi orang lain.
3. Konsisten dan Tetap pada Jalannya
Bulan memiliki siklus perubahan bentuk yang teratur (bulan sabit, bulan purnama, dan seterusnya) tanpa menyimpang dari jalurnya. Ini melambangkan kesetiaan pada ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate dan konsistensi dalam menjalankan tugas serta memperbaiki diri dari waktu ke waktu.
4. Berbudi Luhur dan Menyebarkan Kebajikan
Seperti bulan yang memberikan kesegaran dan keindahan pada malam hari, anggota diharapkan untuk memiliki budi pekerti yang baik, berperilaku sopan santun, dan senantiasa berusaha menyebarkan kebaikan serta keharmonisan di lingkungan sekitar.
5. Fleksibel namun Tetap Berharga
Meskipun bentuknya berubah-ubah, nilai manfaat bulan sebagai sumber cahaya tetap sama. Begitu pula anggota Persaudaraan Setia Hati Terate harus mampu menyesuaikan cara berinteraksi atau bekerja sesuai dengan kondisi, namun tetap menjaga nilai-nilai utama yang menjadi dasar keberadaan mereka.
6. Menjaga Rahasia dan Amanah
Bulan seringkali menyaksikan berbagai hal di malam hari tanpa menyebarkan ke luar. Ini mengajarkan anggota untuk mampu menjaga rahasia diri sendiri maupun orang lain, serta amanah dalam menjalankan tugas yang dipercayakan.
* Matahari (Suryo): Harus dermawan, menjadi sumber semangat dan penyeimbang dalam organisasi, serta memberikan manfaat bagi semua orang tanpa pandang bulu seperti matahari yang menyinari bumi.
Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, unsur Matahari (Suryo) dikaitkan dengan Watak Batara Surya dan memiliki sifat inti yang menjadi pedoman bagi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate:
1. Memberikan Pencerahan dan Energi Tanpa Pilih Kasih
Matahari menyinari seluruh permukaan bumi tanpa membedakan makhluk atau tempat, memberikan cahaya dan energi kehidupan bagi semua. Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan untuk menjadi sumber pencerahan dalam situasi yang gelap atau penuh kebodohan, serta memberikan manfaat dan semangat positif kepada semua orang tanpa pamrih atau diskriminasi.
2. Konsisten dan Tepat Waktu
Matahari selalu terbit dan terbenam pada waktu yang tetap, menjalankan siklusnya dengan konsistensi tanpa menyimpang. Hal ini mengajarkan anggota untuk memiliki disiplin tinggi, tetap berada pada jalur ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, dan menjalankan tugas serta komitmen dengan tepat waktu dan penuh tanggung jawab.
3. Kuat namun Tidak Kasar
Sinar matahari memberikan kehangatan dan kehidupan, namun juga dapat menjadi panas yang menyengat jika terlalu lama terpapar. Begitu pula anggota diharapkan untuk memiliki kekuatan karakter yang kuat, namun tetap bersikap lembut dan penuh kasih dalam berinteraksi, hanya menunjukkan sisi tegas saat diperlukan demi kebaikan bersama.
4. Menumbuhkan dan Membuat Berkembang
Matahari membantu proses fotosintesis pada tumbuhan dan mendukung pertumbuhan semua makhluk hidup. Ini melambangkan pentingnya anggota untuk terus mengembangkan diri dan membantu orang lain berkembang, serta berkontribusi pada kemajuan organisasi dan masyarakat.
5. Jujur dan Terbuka
Seperti matahari yang tidak menyembunyikan keberadaannya dan menerangi segala sesuatu dengan jelas, anggota diajarkan untuk bersikap jujur dalam perkataan dan perbuatan, tidak menyembunyikan kesalahan, serta selalu berbicara berdasarkan fakta dan kebenaran.
6. Menjaga Keseimbangan Alam dan Sosial
Matahari berperan penting dalam siklus hidrologi dan iklim bumi. Hal ini mengajarkan anggota untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan sosial dan lingkungan, serta berkontribusi pada keharmonisan kehidupan bersama.
* Langit/Angkasa (Akoso): Harus mampu melindungi semua anggota tanpa membeda-bedakan, seperti langit yang melindungi seluruh jagat raya.
Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, unsur Langit (Akoso/Angkoso) dikaitkan dengan Watak Batara Guru dan memiliki sifat inti yang menjadi landasan bagi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate:
1. Melindungi dan Menjangkau Semua
Langit membentang luas melindungi seluruh jagat raya tanpa membedakan, sehingga anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan untuk memiliki rasa tanggung jawab besar dalam melindungi sesama – baik anggota organisasi, keluarga, maupun masyarakat luas – tanpa memandang status atau hubungan pribadi.
2. Luas dan Tidak Terbatas
Seperti langit yang tidak memiliki batasan, anggota diharapkan untuk memiliki pandangan yang luas, berpikir jauh ke depan (memiliki visi yang jelas), serta tidak terbatas oleh pikiran sempit atau kepentingan pribadi semata.
3. Tenang dan Stabil
Langit biasanya tampak tenang dan stabil di atas langit, meskipun terkadang ada awan atau badai di bawahnya. Ini mengajarkan anggota untuk menjaga ketenangan batin dan stabilitas emosi dalam menghadapi segala masalah atau kegoncangan, serta tetap menjadi tempat yang bisa diandalkan bagi orang lain.
4. Memberikan Ruang dan Kesempatan
Langit memberikan ruang bagi semua makhluk untuk berkembang – mulai dari burung yang terbang hingga awan yang bergerak bebas. Begitu pula anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan untuk memberikan kesempatan dan ruang bagi orang lain untuk berkembang, serta menghargai kebebasan dan potensi setiap individu.
5. Maha Kuasa namun Tidak Sombong
Langit memiliki kekuatan besar yang mengatur alam semesta, namun tidak menunjukkan diri dengan sombong. Hal ini mengajarkan anggota untuk memiliki kekuatan karakter dan kemampuan yang baik, namun tetap rendah hati dan tidak menyombongkan diri atas pencapaian yang diraih.
6. Menyatukan Semua Unsur
Langit menjadi tempat berkumpulnya semua unsur alam (awan, matahari, bulan, bintang). Ini melambangkan pentingnya kesatuan dan kerja sama dalam organisasi maupun masyarakat, serta kemampuan untuk menyatukan berbagai elemen menjadi satu kesatuan yang harmonis.
* Api (Dahono): Harus berani mengambil risiko, tegas dalam menerapkan aturan, dan adil dalam memberikan hukuman jika ada kesalahan, seperti api yang membakar tanpa pandang bulu.
Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, unsur Api (Dahono) dikaitkan dengan Watak Batara Agni dan memiliki sifat inti yang menjadi pedoman bagi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate:
1. Membersihkan dan Menyucikan
Api mampu membakar dan menghilangkan hal-hal yang tidak berguna atau kotor, sehingga anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan untuk selalu membersihkan diri dari hal negatif seperti kesalahan, keserakahan, dan kebencian. Mereka juga diharapkan untuk berperan dalam membersihkan lingkungan organisasi dan masyarakat dari hal yang tidak baik.
2. Tegas dan Berani
Api memiliki kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh dan mampu menghadapi rintangan. Ini mengajarkan anggota untuk bersikap tegas dalam menjalankan prinsip kebenaran, berani menghadapi kejahatan atau ketidakadilan, serta tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan.
3. Memberikan Pemanasan dan Pencerahan
Api memberikan kehangatan dan cahaya dalam kegelapan, sehingga anggota diharapkan untuk menjadi sumber semangat dan arahan bagi sesama, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan atau berada dalam kegelapan kebodohan.
4. Terkontrol dan Tidak Sembarangan
Api yang tidak terkendali bisa menyebabkan kebakaran yang merusak, namun jika terkontrol akan memberikan manfaat besar. Begitu pula anggota Persaudaraan Setia Hati Terate harus mampu mengendalikan emosi dan kekuatan diri, menggunakan kemampuan hanya untuk kebaikan dan tidak menyakiti orang lain tanpa alasan yang benar.
5. Menyatukan dan Membentuk
Api digunakan untuk mencairkan logam agar bisa dibentuk menjadi benda yang berguna, serta untuk memasak makanan agar bisa dinikmati bersama. Ini melambangkan kemampuan untuk menyatukan orang dalam tujuan yang sama dan membentuk pribadi yang lebih baik melalui proses pendidikan dan pembinaan.
6. Jujur dan Terang Benderang
Api tidak bisa menyembunyikan keberadaannya dan selalu menunjukkan diri dengan jelas. Hal ini mengajarkan anggota untuk bersikap jujur dan terbuka, tidak menyembunyikan kesalahan atau niat jahat, serta selalu berbuat dengan terang-terangan sesuai dengan nilai-nilai kebenaran.
* Bintang (Kartiko): Harus menjadi panutan dan mampu memberikan petunjuk atau arahan yang jelas bagi sesama, seperti bintang yang menjadi penunjuk arah bagi pelaut.
Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, unsur Bintang (Kartiko) dikaitkan dengan Watak Batara Narada dan memiliki sifat inti yang menjadi pedoman bagi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate:
1. Menjadi Panutan dan Penunjuk Arah
Bintang telah lama digunakan sebagai penunjuk arah bagi pelaut dalam perjalanan. Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan untuk menjadi panutan dalam kesusilaan, kemampuan, dan perilaku baik, serta mampu memberikan arahan yang jelas bagi sesama yang sedang tersesat atau membutuhkan petunjuk.
2. Konsisten dan Tetap Terlihat
Bintang selalu berada di langit dengan posisi yang tetap dan muncul setiap malam, meskipun terkadang tertutup awan. Ini mengajarkan anggota untuk memiliki konsistensi dalam menjalankan ajaran dan nilai-nilai Persaudaraan Setia Hati Terate, serta tetap menjadi sumber kebaikan meskipun dihadapkan pada rintangan atau kesulitan.
3. Bersinar dengan Teratur dan Harmonis
Bintang-bintang bersinar bersama dalam langit membentuk pola yang indah dan harmonis. Hal ini melambangkan pentingnya kerja sama dan keharmonisan dalam kelompok, serta kemampuan untuk bersinar sesuai dengan peran masing-masing tanpa saling menggeser atau merendahkan.
4. Memiliki Visi yang Jelas dan Jauh
Bintang berada jauh di langit dan dapat dilihat dari kejauhan, sehingga anggota diharapkan untuk memiliki visi yang luas dan jauh ke depan, tidak hanya terpaku pada hal-hal yang dekat atau sementara, tetapi juga memikirkan kemajuan organisasi dan masa depan masyarakat.
5. Rendah Hati dan Tidak Membanggakan Diri
Meskipun bersinar terang, bintang tidak pernah menyombongkan diri dan selalu berada di tempatnya. Ini mengajarkan anggota untuk tetap rendah hati meskipun memiliki kemampuan atau pencapaian yang baik, serta tidak mengklaim kelebihan atas orang lain.
6. Memberikan Harapan dan Semangat
Bintang memberikan kesan tenang dan penuh harapan pada malam hari yang gelap. Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan untuk menjadi sumber harapan dan semangat bagi sesama, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan atau kehilangan arah dalam hidup.
Dalam latihan sehari-hari anggota Persaudaraan Setia Hati Terate, penerapan Hasta Brata dilakukan secara terpadu pada tiga aspek utama:
1. Latihan Bela Diri
* Bumi: Saat berdiri atau melakukan gerakan dasar, anggota diajarkan untuk menjaga kestabilan tubuh seperti bumi yang kokoh, serta membantu teman latih yang kesulitan menyeimbangkan diri.
* Angin: Gerakan pencak silat yang lincah dan fleksibel di sesuaikan dengan prinsip angin yang mudah beradaptasi; anggota juga diajarkan untuk berkomunikasi lancar dan cepat merespons kebutuhan teman.
* Laut: Saat berlatih pasangan, harus memiliki hati yang luas untuk menerima kekurangan teman, tidak mudah marah jika salah terkena serangan, dan tetap adil dalam memberikan umpan balik.
* Bulan: Dalam demonstrasi gerakan, anggota diajarkan untuk bersikap tenang dan memberikan contoh yang baik, serta membantu menjelaskan teknik kepada yang masih pemula.
* Matahari: Sebagai senior atau pembimbing latihan, harus memberikan semangat dan manfaat bagi semua anggota tanpa membeda-bedakan tingkat kemampuan.
* Langit: Selama latihan kelompok, lebih berpengalaman anggota diajarkan untuk melindungi yang baru atau lebih muda, menjaga keamanan selama aktivitas.
* Api: Saat melakukan latihan kekerasan atau evaluasi kemampuan, harus tegas dalam mengikuti aturan dan jujur dalam mengakui kesalahan, seperti api yang membersihkan kekurangan.
* Bintang: Anggota yang sudah mahir diharapkan menjadi panutan dalam teknik dan sikap, serta mampu memberikan arahan yang jelas saat berlatih bersama.
2. Pembentukan Karakter Sehari-hari
* Sebelum dan sesudah latihan, doa bersama dan salam silaturahmi menjadi momen untuk mengingat nilai-nilai Hasta Brata, seperti kesederhanaan (Bumi) dan kesatuan (Langit).
* Saat mengatur tempat latihan, anggota diajarkan untuk bekerja sama dan menjaga kebersihan, mencerminkan prinsip Api yang membersihkan dan Laut yang menerima segala sesuatu dengan lapang dada.
* Dalam interaksi antaranggota, diperhatikan sopan santun dan kemauan untuk membantu, sesuai dengan prinsip Angin yang peduli dan Bulan yang memberikan ketenangan.
3. Upacara dan Ritual Organisasi
* Pada acara khusus seperti pengukuhan atau hari jadi Persaudaraan Setia Hati Terate, anggota akan mengucapkan janji untuk menjunjung tinggi Hasta Brata, dengan setiap unsur dihubungkan dengan tanggung jawab dalam organisasi.
* Saat menerima bimbingan dari pembina, anggota diajarkan untuk mendengarkan dengan penuh hormat (Bintang sebagai panutan) dan menerapkan nasihatnya dengan tekun (Matahari sebagai sumber semangat).
Baik, mari kita jelaskan bagaimana beberapa gerakan dasar pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dihubungkan dengan unsur Hasta Brata:
1. Gerakan Dasar "Berdiri Tapak Bumi" (Kismo)
* Unsur yang terkait: Bumi
* Keterkaitan: Posisi kaki terbuka selebar bahu, tumit dan ujung kaki menancap ke tanah dengan kokoh. Gerakan ini mengajarkan kestabilan fisik dan mental, serta kesadaran untuk menjadi dasar yang kuat bagi diri sendiri dan teman. Saat melakukan serangan atau bertahan, anggota diajarkan untuk tidak mudah tergoyahkan, seperti bumi yang kokoh menerima segala beban.
2. Gerakan "Sapu Angin" (Maruto)
* Unsur yang terkait: Angin
* Keterkaitan: Gerakan lengan yang melintas cepat dan fleksibel seperti angin yang bergerak bebas. Selain untuk membela diri dari serangan sisi, gerakan ini juga mengajarkan kemampuan beradaptasi dengan situasi yang berubah-ubah. Saat melakukannya, anggota diajarkan untuk berpikir cepat dan merespons dengan tepat, layaknya angin yang menjangkau setiap sudut.
3. Gerakan "Lempar Badan Seperti Ombak" (Samudra)
* Unsur yang terkait: Laut/Samudra
* Keterkaitan: Gerakan guling atau lemparan yang mengalir mulus seperti ombak di laut. Ini mengajarkan untuk memiliki hati yang luas dan tidak mudah tersinggung – saat menghadapi lawan, anggota diajarkan untuk mengalirkan kekuatan lawan bukan melawaninya secara langsung, mencerminkan sifat laut yang mampu menerima dan mengolah segala sesuatu.
4. Gerakan "Pencahayaan Tangan" (Condro)
* Unsur yang terkait: Bulan
* Keterkaitan: Gerakan blok atau serangan dengan tangan yang lurus dan tenang, seperti sinar bulan yang menerangi kegelapan. Saat melakukan gerakan ini, anggota diajarkan untuk bersikap tenang dan fokus, serta siap membantu teman yang kesulitan dengan memberikan contoh yang jelas dan terang.
5. Gerakan "Tendangan Bakar" (Dahono)
* Unsur yang terkait: Api
* Keterkaitan: Tendangan yang cepat dan kuat seperti nyala api yang membakar. Gerakan ini mengajarkan ketegasan dalam mengambil tindakan dan keberanian untuk membersihkan hal negatif. Saat melakukannya, anggota diajarkan untuk tegas namun tidak kasar, serta bertanggung jawab atas setiap gerakan yang dilakukan.
Setiap gerakan juga selalu diimbangi dengan doa dan niat yang benar, agar latihan tidak hanya meningkatkan kemampuan bela diri tetapi juga membentuk karakter sesuai dengan nilai-nilai Hasta Brata.
Baik nih, mari kita bahas penerapan unsur Hasta Brata yang belum disebutkan pada gerakan Persaudaraan Setia Hati Terate:
1. Gerakan "Pijar Surya" (Suryo) - Unsur Matahari
* Keterkaitan: Serangkaian gerakan dasar yang melingkar seperti gerakan matahari yang berputar. Dimulai dari posisi jongkok hingga berdiri tegak dengan tangan mengangkat ke atas. Gerakan ini mengajarkan kemampuan untuk memberikan manfaat bagi sekitar, seperti matahari yang menyinari semua makhluk. Saat melakukannya, anggota diajarkan untuk melakukan gerakan dengan penuh semangat dan menyebarkan energi positif kepada teman latih di sekitarnya.
2. Gerakan "Sayap Langit" (Akoso) - Unsur Langit/Angkasa
* Keterkaitan: Gerakan blok dengan kedua tangan membentang selebar mungkin seperti sayap yang menjangkau langit. Digunakan untuk melindungi diri dan area sekitar dari serangan beragam arah. Ini mencerminkan sifat langit yang melindungi seluruh jagat – anggota diajarkan untuk tidak hanya peduli pada diri sendiri, tetapi juga siap melindungi teman atau orang di sekitar yang membutuhkan.
3. Gerakan "Petunjuk Bintang" (Kartiko) - Unsur Bintang
* Keterkaitan: Gerakan serangan dengan jari yang menunjuk lurus seperti jarum bintang yang menjadi penunjuk arah. Biasanya digunakan sebagai gerakan akhir dalam sebuah kombinasi teknik. Gerakan ini mengajarkan pentingnya memiliki visi yang jelas dan menjadi panutan bagi sesama. Saat melakukannya, anggota diajarkan untuk fokus pada target dan melakukan gerakan dengan tepat, sehingga bisa menjadi contoh yang baik bagi yang lain.
Selain itu, kombinasi gerakan yang disebut "Gelombang Hasta Brata" menggabungkan semua delapan unsur dalam satu urutan gerakan – mulai dari kokohnya Bumi, kelincahan Angin, hingga kejelasan Bintang. Setiap tahap gerakan diiringi dengan napas yang terkontrol agar pikiran tetap tenang dan sesuai dengan nilai yang ingin disampaikan.
Surabaya, 27 Maret 2026
Salam Persaudaraan
Kjstv_suarabaya
