Sosial Media
0
News
    Home Berita

    Tujuan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)

    8 min read




    Foto: Kangmas Sudamiran, SH.,MH. Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Surabaya

    Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah organisasi pencak silat yang berdiri pada tahun 1922 di Madiun, Jawa Timur, oleh Ki Hajar Hardjo Oetomo. Tujuan utamanya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah mendidik dan membentuk manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari sendiri serta mengutamakan persaudaraan antar anggota, sekaligus berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

    Secara rinci, tujuan Persaudaraan Setia Hati Terate juga mencakupi beberapa aspek berikut:
     
    * Pengembangan diri: Melatih kemampuan bela diri, meningkatkan fisik dan kesehatan, serta mengembangkan mental dan spiritual anggota.
    * Pembentukan karakter: Menanamkan nilai-nilai seperti disiplin, kesabaran, kejujuran, keadilan, dan rasa tanggung jawab.
    * Persaudaraan dan kerja sama: Menjalin tali persaudaraan yang kuat antar anggota tanpa memandang suku, ras, agama, atau golongan, serta mendorong kerja sama dan saling membantu.
    * Cinta tanah air: Menanamkan wawasan kebangsaan, semangat patriotisme, dan komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
    * Pelestarian budaya: Menjaga dan mengembangkan warisan budaya pencak silat Indonesia beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

    I.) Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, pengembangan diri merupakan pilar utama yang mencakup tiga dimensi yang saling terkait: fisik, mental, dan spiritual. Semua aspek ini dirancang untuk membentuk individu yang seutuhnya berkembang dan memiliki kualitas kepribadian yang baik.
     
    Dimensi Fisik
     
    * Melatih teknik pencak silat untuk meningkatkan kekuatan, kelincahan, kecepatan, dan ketahanan tubuh. Latihan juga fokus pada koordinasi gerakan dan kemampuan bela diri sebagai bentuk perlindungan diri serta wujud penghormatan terhadap seni budaya Indonesia.
    * Selain teknik bela diri, juga ada latihan dasar seperti peregangan, lari, dan gerakan khusus yang bertujuan menjaga kesehatan dan kebugaran secara menyeluruh.
     
    Dimensi Mental
     
    * Menanamkan disiplin tinggi melalui rutinitas latihan dan patuh pada aturan organisasi. Hal ini membantu anggota mengembangkan kemampuan mengendalikan diri, mengelola emosi, dan menghadapi tantangan dengan kesabaran serta ketegasan.
    * Melatih kecerdasan taktis melalui latihan simulasi pertarungan dan pemecahan masalah dalam konteks bela diri, yang juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengambil keputusan yang bijak.
     
    Dimensi Spiritual
     
    * Mengajarkan rasa takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan mengaitkan nilai-nilai agama dengan prinsip-prinsip Persaudaraan Setia Hati Terate seperti kejujuran, keadilan, dan kasih sayang kepada sesama.
    * Menanamkan konsep "setia hati" yang berarti kesetiaan pada diri sendiri, nilai-nilai yang diyakini, serta komitmen untuk menjadi orang yang berguna bagi lingkungan dan negara. Ini juga melibatkan pemahaman akan hubungan harmonis antara manusia dengan alam semesta.

    II.) Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, pembentukan karakter dilakukan secara terpadu melalui kombinasi aturan organisasi, latihan praktis, dan penyampaian nilai-nilai filosofis, dengan tujuan menghasilkan individu yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan rasa kebangsaan yang kuat.
     
    Melalui Struktur dan Disiplin Organisasi
     
    * Tata krama dan protokol: Anggota diajarkan etika yang tepat dalam berinteraksi dengan sesama anggota (terutama kepada sesepuh dan pembina), serta dalam berhubungan dengan masyarakat luas. Hal ini meliputi cara bersalaman, berbicara, dan bertindak yang menunjukkan penghormatan dan rasa hormat.
    * Ketaatan pada aturan: Setiap tingkatan dalam Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki peraturan yang harus ditaati, mulai dari jadwal latihan hingga tanggung jawab dalam kegiatan organisasi. Ketaatan ini melatih kesadaran akan konsekuensi tindakan dan rasa tanggung jawab.
     
    Melalui Latihan Pencak Silat dan Aktivitas Praktis
     
    * Latihan kemandirian dan kerja sama: Dalam latihan bersama, anggota diajarkan untuk membantu teman yang kesulitan menguasai teknik, sekaligus belajar mandiri dalam mengembangkan kemampuan diri. Hal ini membentuk rasa empati dan semangat gotong royong.
    * Pengendalian emosi dan kesabaran: Proses pembelajaran teknik bela diri yang membutuhkan waktu dan usaha untuk dikuasai melatih kesabaran. Selain itu, dalam latihan simulasi, anggota diajarkan untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi, sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat.
     
    Melalui Penyampaian Nilai-Nilai Filosofis
     
    * Pemahaman "Setia Hati Terate": Konsep inti ini dijelaskan secara mendalam—"setia hati" berarti tetap konsisten pada nilai-nilai yang baik, sedangkan "terate" melambangkan kekuatan yang kokoh namun tetap lembut dan bermanfaat bagi lingkungan. Nilai ini menjadi dasar dalam mengambil setiap keputusan.
    * Pendidikan kebangsaan: Anggota diajarkan tentang sejarah bangsa, Pancasila, dan pentingnya menjaga persatuan serta kesatuan NKRI. Hal ini membentuk rasa cinta tanah air dan tanggung jawab untuk berkontribusi pada kemajuan masyarakat.

    III.) Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, persaudaraan dan kerja sama adalah pondasi yang mengikat seluruh anggota, dengan prinsip bahwa setiap orang adalah saudara yang harus saling mendukung tanpa memandang latar belakang suku, ras, agama, atau status sosial. Nilai ini tidak hanya diterapkan dalam lingkungan organisasi tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan hubungan dengan masyarakat.
     
    Aspek Persaudaraan
     
    * Konsep "Saudara Sehati": Anggota diajarkan untuk melihat sesama anggota sebagai keluarga sendiri, di mana ada rasa saling menghargai, menghormati, dan merawat. Sesepuh berperan sebagai pembimbing dan pelindung, sementara anggota muda mendapatkan bimbingan serta dukungan untuk berkembang.
    * Tata krama antar anggota: Ada aturan khusus dalam berinteraksi, seperti cara menyapa, berkomunikasi, dan membantu satu sama lain. Ketidaksetaraan dalam tingkatan tidak dilihat sebagai pemisah, melainkan sebagai bentuk struktur yang menjaga keharmonisan dan kelancaran pembinaan.
    * Solidaritas dalam suka dan duka: Anggota diwajibkan untuk saling membantu saat menghadapi kesulitan (seperti sakit atau kesusahan ekonomi) dan merayakan keberhasilan bersama. Hal ini memperkuat ikatan emosional dan rasa memiliki antar anggota.
     
    Aspek Kerja Sama
     
    * Kerja sama dalam latihan: Latihan pencak silat sering dilakukan secara bersama, di mana anggota yang lebih mahir membantu yang baru atau kurang menguasai teknik. Hal ini tidak hanya mempercepat proses pembelajaran tetapi juga melatih kemampuan bekerja sama dan berbagi pengetahuan.
    * Kolaborasi dalam kegiatan organisasi: Persaudaraan Setia Hati Terate sering menggelar kegiatan sosial, pendidikan, atau perlombaan pencak silat, yang membutuhkan kontribusi dari berbagai anggota dengan keahlian berbeda (seperti perencanaan, pelaksanaan, atau pengelolaan keuangan). Ini mengajarkan pentingnya menghargai peran masing-masing individu untuk mencapai tujuan bersama.
    * Kerja sama dengan masyarakat dan lembaga lain: Persaudaraan Setia Hati Terate tidak hanya fokus pada internal organisasi tetapi juga mendorong anggota untuk bekerja sama dengan masyarakat dalam program kemasyarakatan (seperti pengajaran pencak silat untuk anak-anak atau kegiatan bakti sosial), serta menjalin kerja sama dengan lembaga terkait untuk mendukung pembangunan daerah dan negara.

    IV.) Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, cinta tanah air bukan hanya sekadar rasa bangga akan Indonesia, melainkan nilai yang diwujudkan melalui tindakan nyata untuk kesejahteraan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nilai ini telah menjadi bagian tak terpisahkan sejak berdirinya organisasi, yang awalnya berdiri sebagai bentuk perlawanan damai terhadap penjajahan dan upaya memajukan bangsa.
     
    Dasar Filosofis Cinta Tanah Air dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
     
    * Hubungan dengan sejarah berdirinya: Ki Hajar Hardjo Oetomo mendirikan PSHT pada tahun 1922 dengan tujuan menguatkan jiwa kebangsaan masyarakat Jawa tengah dan timur, serta melawan penjajahan melalui pendidikan fisik, mental, dan spiritual. Konsep "Setia Hati Terate" juga diartikan sebagai kesetiaan pada tanah air dan bangsa.
    * Pemahaman NKRI dan Pancasila: Anggota diajarkan bahwa persatuan dan kesatuan negara adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan. Pancasila dijadikan landasan berpikir dan bertindak, dengan setiap sila dihubungkan ke prinsip Persaudaraan Setia Hati Terate—misalnya, sila pertama ("Ketuhanan Yang Maha Esa") terkait rasa takwa, sedangkan sila kelima ("Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia") terkait semangat gotong royong untuk masyarakat.
     
    Wujud Penerapan Cinta Tanah Air
     
    * Pendidikan sejarah dan kebangsaan: Selama pembinaan, anggota diberikan pemahaman tentang perjuangan bangsa, tokoh nasional, serta pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia—terutama seni pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya nasional.
    * Kegiatan kemasyarakatan: Persaudaraan Setia Hati Terate aktif menggelar program seperti pengajaran pencak silat untuk anak-anak sekolah, kegiatan bakti sosial di daerah terpencil, serta bantuan pada saat bencana alam. Hal ini merupakan bentuk kontribusi nyata untuk kemajuan masyarakat dan negara.
    * Menjaga persatuan: Anggota diajarkan untuk menghormati perbedaan suku, ras, agama, dan golongan di dalam dan luar organisasi. Persaudaraan Setia Hati Terate juga berperan sebagai mediator dalam konflik masyarakat dengan prinsip keadilan dan persatuan, sesuai dengan semangat kebangsaan.
    * Ketaatan pada hukum dan peraturan negara: Cinta tanah air juga diwujudkan melalui kepatuhan pada hukum negara, serta sikap yang menghormati lembaga negara dan aparatur yang menjalankan tugasnya.

    V.) Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, melestarikan budaya merupakan bagian esensial yang tidak hanya fokus pada seni pencak silat, tetapi juga nilai-nilai budaya Indonesia yang terkait erat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan warisan budaya ke dalam pembinaan anggota serta aktivitas organisasi.
     
    Fokus Utama Pelestarian Budaya
     
    * Pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya: Persaudaraan Setia Hati Terate menjaga dan mengembangkan teknik serta filosofi pencak silat asli Indonesia yang telah diwariskan sejak pendiriannya. Setiap gerakan dan teknik memiliki makna filosofis yang terkait dengan nilai-nilai lokal, seperti kesopanan, kekuatan yang terkendali, dan hubungan manusia dengan alam. Selain itu, Persaudaraan Setia Hati Terate juga aktif berpartisipasi dalam acara perlombaan dan pameran pencak silat untuk memperkenalkan seni ini kepada khalayak luas.
    * Pemeliharaan nilai-nilai budaya lokal dan nasional: Anggota diajarkan tentang adat istiadat, tata krama, dan nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari budaya Indonesia, seperti gotong royong, rukun antar sesama, dan penghormatan kepada orang tua serta sesepuh. Nilai-nilai ini dihubungkan dengan prinsip PSHT agar menjadi bagian dari pola pikir dan perilaku sehari-hari.
     
    Cara Implementasi dalam Kegiatan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
     
    * Pembelajaran sejarah dan filosofi budaya: Selama proses pembinaan, anggota diberikan penjelasan tentang asal-usul pencak silat, hubungan dengan budaya Jawa dan daerah lain di Indonesia, serta makna di balik setiap gerakan dan ritual dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (seperti upacara pembukaan latihan atau acara khusus organisasi).
    * Penggabungan elemen budaya dalam aktivitas: Kegiatan Persaudaraan Setia Hati Terate sering menyertakan elemen budaya seperti musik tradisional (seperti gamelan), pakaian adat, dan acara budaya lokal saat menyelenggarakan pertemuan besar atau kegiatan kemasyarakatan. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menjaga kelangsungan elemen-elemen tersebut.
    * Kerjasama dengan lembaga budaya: Persaudaraan Setia Hati Terate menjalin hubungan dengan dinas pendidikan dan kebudayaan, serta organisasi budaya lainnya untuk menggelar kegiatan seperti lokakarya pencak silat, pameran budaya, atau pelatihan nilai-nilai luhur kepada masyarakat, terutama anak-anak muda.
    * Penerusan kepada generasi muda: Persaudaraan Setia Hati Terate memberikan kesempatan bagi anak-anak dan pemuda untuk belajar pencak silat serta nilai-nilai budaya yang terkait, sehingga warisan budaya dapat diteruskan ke generasi selanjutnya.


    @Kjstv

    Komentar
    Additional JS