Makna Idul Fitri 1447 Hijriah (2026) dalam Ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate
![]() |
| Selamat hari raya idul Fitri 1447 Hijriah mohon maaf lahir dan batin |
Kangmas Sudamiran menjelaskan bahwa makna pertama Idul Fitri dalam PSHT adalah peringatan akan kemenangan atas diri sendiri. Selama sebulan penuh, anggota ditempa untuk mengendalikan hawa nafsu, menahan godaan, dan meningkatkan keimanan—sesuai dengan ajaran "hati yang tulus" dalam PSHT.
Di hari kemenangan ini, setiap anggota merayakan keberhasilan dalam perjuangan spiritual dan mental, sekaligus berkomitmen untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa.
Kedua, Idul Fitri menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan yang kokoh. PSHT Cabang Surabaya mulai dari pengurus Cabang, Ranting, Rayon, Komisariat hingga Anggota, serta para siswa.
Melalui saling memaafkan lahir dan batin, anggota diajarkan untuk menghapus kesalahpahaman dan menjaga keharmonisan, yang mencerminkan prinsip "terate" sebagai wadah saling mendukung dan menjaga satu sama lain.
Ketiga, Idul Fitri diartikan sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Sebelum hari raya, dalam naungan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Surabaya secara teratur Ranting, Rayon, Komisariat secara aktif mengumpulkan dan membagikan zakat fitrah serta bantuan materi kepada kelompok masyarakat kurang mampu di wilayah masing-masing.
Hal ini merupakan implementasi nilai "setia" bukan hanya kepada sesama anggota, tetapi juga kepada tanah air dan sesama manusia, dengan mengingat bahwa kekayaan dan berkah adalah amanah yang harus dibagikan.
Kangmas Sudamiran menekankan bahwa PSHT Cabang Surabaya, Idul Fitri 1447 Hijriah diisi dengan semangat untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, serta mengintegrasikan ajaran agama dengan filosofi persaudaraan agar setiap anggota dapat berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.
@Kjstv

Komentar
Posting Komentar